Cari Blog Ini

Laman

Rabu, 31 Maret 2010

Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum

A. Pengertian Pengembangan Kurikulum

1. Definisi Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar, antara lain menetapkan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber-sumber unit, rencana unit dan garis pelajaran kurikulum ganda lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar.[1]

Pendapat lain mengatakan bahwa Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghsilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atasa dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu.

Pengembangan kurikulum berlandaskan faktor-faktor sebagai berikut:

a. Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan.

b. Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita.

c. Perkembangan peserta didik, yang menunjuk pada karekteristik perkembangan peserta didik.

d. Keadaan lingkungan, yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi (interpersonal), lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural), dan lingkungan hidup (bioekologi), serta lingkungan alam (geoekologis).

e. Kebutuhan pembangunan, yang mencakup kebutuhan pembangunan di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum, hankam, dan sebagainya.

f. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa.[2]

2. Karakteristik dalam pengembangan kurikulum

a. Rencana kurikulum harus dikembangkan dengan tujuan yang jelas.

b. Suatu program atau kegiatan yang dilaksanakan di sekolah merupakan bagian dari kurikulum yang dirancang selaras dengan prosedur pengembangan kurikulum.

c. Rencana kurikulum yang baik dapat menghasilkan proses belajar yang baik.

d. Rencana kurikulum harus mengenalkan dan mendorong diversitas diantara para pelajar.

e. Rencana kurikulum harus menyiapkan semua aspek situasi belajar mengajar.

f. Rencana kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa pengguna.

g. The subject arm approach adalah pendekatan kurikulum yang banyak digunakan di sekolah. Penggunaan pendekatan lain juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan memenuhi tujuan pendidikan.

h. Rencana kurikulum harus memberikan fleksibilitas yang memungkinkan masuknya ide-ide spontan selama terjadinya interaksi antara guru dan siswa.

i. Rencana kurikulum harus memberikan fleksibilitas untuk memungkinkan terjadinya perencanaan guru-siswa.

j. Rencana kurikulum sebaiknya merefleksikan keseimbangan antara kognitif, efektif dan psikomotorik.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Prinsip pengembangn kurikulum menjadi delapan macam, antara lain:

· Prinsip berorientasi pada tujuan

· Prinsip relevansi (kesesuaian)

· Prinsip efisiensidan efektifitas

· Prinsip fleksibilitas

· Prinsip kontiunitas

· Prinsip keseimbangan

· Prinsip keterpaduan

· Prinsip mutu. [3]

B. Kajian Pengembangan Kurikulum dalam Kehidupan di Masyarakat.

Kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. Untuk keperluan itu perlu ada kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak luar dalam hal pembenahan kurikulum yang diharapkan. Dengan demikian, masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan, kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempurnaan program pendidikan di sekolah.

Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran ketrampilan di peruntukkan bagi para peserta didik untuk tuntutan pekerjaan kelak. Penyiapan ketrampilan para tamatan sekolah untuk bekal terjun di masyarakat kerja, juga ditentukan oleh misi suatu sekolah. Dalam hal ini biasanya tergantung jenis-jenis sekolah, apakah ia sekolah umum atau kejuruan.

C. Tahapan dalam pengembangan kurikulum.

Terdapat tiga tahapan pada pengembangan kurikulum, yaitu;

1. Pengembangan program tingkat lembaga

Mencakup tiga kegiatan pokok; rumusan tujuan institusional,penetapan isi dan struktur program, serta penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum secara keseluruhan.

2. Pengembangan program tiap bidang studi.

Dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut;

a. Merumuskan tujuan kurikuler.

b. Merumuskan tujuan instruksional.

c. Menetapkan pokok bahasan.

d. Menyusun garis-garis besar program pengajaran.

3. Pengembangan program pengajaran di kelas.

Tugas guru dalam hubungan pengembangan program dikelas adalah:

a. Menetapkan satuan-satuan bahasan dari bahan pengajaran dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap satuan bahasan tersebut.

b. Mengembangkan program pengajaran untuk masing-masing satuan bahasa yang nantinya akan dilaksanakan dikelas.[4]

D. Perbedaan Pengembangan Kurikulum dan Perbaikan Kurikulum.

Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghsilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atasa dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu.

Perbaikan kurikulum adalah upaya perbaikan dalam tataran konsep pendidikan, perundang-undangan, peraturan dan pelaksanaan pendidikan serta menghilangkan praktek-praktek pendidikan di masa lalu yang tidak sesuai atau kurang baik sehingga segala aspek pendidikan di masa mendatang menjadi lebih baik.[5]



[1] Oemar Hamalik, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. PT. Remaja Rosdakarya. Hal: 183

[2] http://blog.unm.ac.id/jamaluddin/2010/02/15/kajian-kurikulum/

[3] Ahmad, Dkk, Pengembangan Kurikulum, Pustak Setia, Bandung 1998

[4] Hendiyat Soetopo, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. PT. Bumi Aksara. Hal: 63-71

[5] Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, PT. Remaja Rosda Karya. Hal:261

Rabu, 14 Oktober 2009

Pesan- Pesan Cerdas Dari Seorang Ibu Yang Pintar

Terdapat sebuah pesan yang sangat baik diantara pesan-pesan kaum wanita Arab, yakni pesan Umamah binti Al-Harists kepada puterinya Ummu Iyas Binti Auf pada malam perkawinannya. Di antara pesan yang di sampaikannya adalah sebagai berikut:

"Wahai puteriku, sebentar lagi kamu akan meninggalkan lingkungan keluargamu, dan meninggalkan kehidupan yang selama ini kamu alami. Seandainya ada seorang wanita yang tidak membutuhkan suami karena kedua orang tuanya berkecukupan da mereka memerlukannya, maka kamu adalah wanita yang paling tidak memerlukan suami. Tetapi sudah menjadi suratan takdir kalau wanita itu di ciptakan untuk laki-laki, dan laki-laki di ciptakan untuk wanita.

Pesan pertama dan kedua: Patuhlah kepada suami dengan menerima bagian apa adanya. Dengarkan kata-katanya dengan baik dan disertai dengan ketaatan.

Pesan ketiga dan keempat: Perhatikanlah selalu apa yang biasa di lihat matanya dan di cium oleh hidungnya. Oleh karena itu jangan sampai matanya melihat hal-hal yang buruk pada dirimu, dan juga jangan sampai hidungnya mencium bau yang tidak harum dari dirimu.

Pesan kelima dan keenam: Perhatikanlah selalu waktu tidur dan waktu makannya. Sebab, ketegangan lapar itu dapat memancing emosi dan kurang tidur itu dapat membangkitkan amarah.

Pesan ketujuh dan delapan: Jagalah hartanya dan peliharalah keluarga serta anak-anaknya. hal terpenting yang menyangkut hartanya ialah mengaturnya dengan baik, dan hal terpenting yang menyangkut dengan anak-anaknya ialah memelihara mereka dengan baik.

Pesan kesembilan dan kesepuluh: Jangan durhakai perintahnya, dan jangan membocorkan rahasianya. Sebab, jika kamu sampai melawan perintahnya, maka kamu telah menyesakkan dadanya. Dan jika kamu sampai membocorkan rahasianya, maka kamu tidak akan luput dari pengkhianatannya. Selanjutnya waspadalah jangan sampai kamu memperlihatkan kegembiraan di depannya ketika ia bersedih, dan jangan sampai pula kamu memperlihatkan kesedihan di depannya ketika ia bergembira"

Sabtu, 25 Juli 2009

wanita istimewa

Karena kehendak Illahi, maka di ciptakanlah aku, seorang wanita. Limpahan rasa Sykur-ku tak terkira pada-Nya. Aku tak mengingkari-Nya ketika Dia berkata “Aku ciptakan seorang wanita sebagai makhluk yang istimewa”. Sungguh ini merupakan suatu penghormatan besar bagi seorang wanita, terutama bagi wanita yang sadar akan keistimewa’anya.
Aku telah belajar dengan melihat sesosok wanita yang penuh kasih sayang, beliau adalah Bundaku, Sekian lama beliau merawat, mendidik serta membimbingku. Dengan tulus dan sabar beliau mengarahkanku untuk menjadi seorang wanita yang sadar akan keistimewa’annya. Sungguh banyak sekali pengorbananya, akupun bertanya-tanya dengan cara apakah aku bisa membalas semua kebaikanya?. Andai aku bisa mendengar jeritan hatinya, tentunya aku tak akan pernah menyakiti hati orang yang teramat mulia itu. Wahai Bunda…., apakah dengan berbakti kepadamu akan menghapus semua luka yang ada padamu??
Aku juga belajar dengan melihat sesosok wanita yang amat tegar pada Eyang Putriku, beliau adalah orang mandiri. Beliau mengajarkanku sebuah prinsip, sebagai bekal kehidupanku kelak, “Nduk!,, jangan pernah bergantung kepada seorang laki-laki selama engkau masih mampu mengerjakan sesuatu, dan Ingatlah!! hanya Allah tempat bergantung segalanya.”pesan tersebut sungguh mengena di hatiku hingga kini. Sungguh betapa banyak karunia yang diberikan Allah kepadaku, karena aku masih dipertemukan dengan Wanita bijak ini.
Aku belajar memiliki ketajaman perasaan dari saudara putriku, sungguh teramat cerdasnya Ia, sehingga banyak sekali inspirasi mengalir dari hidupku. Aku belajar menghormati, menghargai dan menyayangi dari semua teman-teman wanitaku, sehingga aku tak akan terjerumus ke dalam lubang kenista’an. Aku belajar pula dari para Ustadah pembimbingku, sehingga aku mengenal cakrawala dunia Islam.
Sungguh, mereka semua adalah wanita-wanita yang sangat istimewa dalam hidupku. “Fa bi ayyi aala’I robbikuma tu kadziban?”, semoga Rahmat dan Hidayah selalu menyertai mereka, khususnya wanita yang hidup di dunia ini. Amin yaa Rabbal aalamin.

Surabaya, 24 juli 2009

Minggu, 31 Mei 2009

hiTunGlaH kAruNia AllaH kpD anDa

ketika anda ada berada di waktu pagi, ingatlah bahwa sesungguhnya waktu pagi sedang menyiksa ribuan kaum wanita yang tengah menderita, kecuali Anda yang justru bergelimang nikmat. Ia sedang menyiksa ribuan wanita yang lapar, kecuali Anda yang justru sedang kenyang. Ia sedang menyiksa ribuan wanita yang sedang tertawan, kecuali Anda yang justru sedang bebas merdeka. Dan ia juga sedang menyiksa ribuan wanita yang malang dan sakit, kecuali anda yang justru sedang berbahagia dan sehat-sehat saja.
 Berapa banyak air mata yang menetes di pipi seorang wanita. Berapa banyak gelisah yang menggelayuti hati seorang ibu. Dan berapa banyak jerit yang terdengar di kerongkongan anak kecil. Sementara Anda masih bisa tersenyum gembira. Oleh karena itu bersyukurlah kepada Allah atas kelembutan, perlindungan, dan kedermawanan-Nya.
 Duduklah ssebentar untuk bercengkerama dengan diri sendiri. Cobalah anda berhitung dengan angka-angka dan statistik. Berapa banyak anugerah yang ada pada anda? Ada kencantikan, ada harta, ada keluarga, ada kediaman, ada tanah air, ada cahaya, ada udara, ada air, ada makanan dan ada obat. Karena itu bergembiralah, berbahagialah dan bersenanglah.

Bahagia Tanpa Batas –DR.’Aidh Al-Qarni,MA-  

Minggu, 26 April 2009

bAroMeter wanita sHoleHah

Memahami Syari’ah serta mengamalkannya
Adanya dhomir (punya kesadaran diri) atas pantas atau tidaknya dalam melakukan sesuatu
Kewajaran dalam sikap dan perilaku

Adanya kebersihan jiwa.

Sebuah nasehat……. Untuk wanita
Jangan bosan jadi orang baik.
Tinggalkanlah kebiasaan buruk. Tunjukkan perubahanmu.
Banyaklah menabung pahala.
Jangan lupa! Harus akrab dengan sapu dan dapur.

NaLuri WaNita

Wanita itu mempunyai cinta yang sangat kuat.
Wanita itu mempunyai rasa cemburu yang sangat tinggi.
Wanita sering berpikir dengan perasaannya dan berperasaan dengan pikirannya.
Wanita memiliki perasaan kepemilikan seutuhmya.
Wanita berperasaan tinggi dan berpikiran tajam.
Wanita banyak memperhatikan dan minta diperhatikan.