Karena kehendak Illahi, maka di ciptakanlah aku, seorang wanita. Limpahan rasa Sykur-ku tak terkira pada-Nya. Aku tak mengingkari-Nya ketika Dia berkata “Aku ciptakan seorang wanita sebagai makhluk yang istimewa”. Sungguh ini merupakan suatu penghormatan besar bagi seorang wanita, terutama bagi wanita yang sadar akan keistimewa’anya.
Aku telah belajar dengan melihat sesosok wanita yang penuh kasih sayang, beliau adalah Bundaku, Sekian lama beliau merawat, mendidik serta membimbingku. Dengan tulus dan sabar beliau mengarahkanku untuk menjadi seorang wanita yang sadar akan keistimewa’annya. Sungguh banyak sekali pengorbananya, akupun bertanya-tanya dengan cara apakah aku bisa membalas semua kebaikanya?. Andai aku bisa mendengar jeritan hatinya, tentunya aku tak akan pernah menyakiti hati orang yang teramat mulia itu. Wahai Bunda…., apakah dengan berbakti kepadamu akan menghapus semua luka yang ada padamu??
Aku juga belajar dengan melihat sesosok wanita yang amat tegar pada Eyang Putriku, beliau adalah orang mandiri. Beliau mengajarkanku sebuah prinsip, sebagai bekal kehidupanku kelak, “Nduk!,, jangan pernah bergantung kepada seorang laki-laki selama engkau masih mampu mengerjakan sesuatu, dan Ingatlah!! hanya Allah tempat bergantung segalanya.”pesan tersebut sungguh mengena di hatiku hingga kini. Sungguh betapa banyak karunia yang diberikan Allah kepadaku, karena aku masih dipertemukan dengan Wanita bijak ini.
Aku belajar memiliki ketajaman perasaan dari saudara putriku, sungguh teramat cerdasnya Ia, sehingga banyak sekali inspirasi mengalir dari hidupku. Aku belajar menghormati, menghargai dan menyayangi dari semua teman-teman wanitaku, sehingga aku tak akan terjerumus ke dalam lubang kenista’an. Aku belajar pula dari para Ustadah pembimbingku, sehingga aku mengenal cakrawala dunia Islam.
Sungguh, mereka semua adalah wanita-wanita yang sangat istimewa dalam hidupku. “Fa bi ayyi aala’I robbikuma tu kadziban?”, semoga Rahmat dan Hidayah selalu menyertai mereka, khususnya wanita yang hidup di dunia ini. Amin yaa Rabbal aalamin.
Surabaya, 24 juli 2009
Sabtu, 25 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
